Cinta vs Cemburu

CINTA. Satu kata yang tidak pernah lapuk untuk dibahas. Cukup satu kata tapi mampu membuat jutaan manusia tersenyum sendiri ataupun menangis tersedu-sedu bahkan sampai putus asa dan membunuh dirinya sendiri. Subhanallah.

Ada apa sebenarnya dengan CINTA ? Mengapa efeknya begitu dahsyat ? Jika semua manusia menyadari bahwa adanya rasa, apapun namanya, adalah bersumber dari Yang Maha Kuasa, mungkin efek cinta yang merusak tidak akan pernah ada. Bahkan sebaliknya rasa cinta yang muncul akan membawa kebaikan. Bukankah rasa cinta selalu identik dengan kasih sayang ? Lalu, bagaimana efek cinta yang merusak bisa muncul ? Tanyalah pada sang hati.

CEMBURU. Satu kata yang juga tidak pernah ada habisnya untuk dibicarakan. Bahkan definisinya sendiri kadang sering dikaburkan dengan alasan menjaga harga diri, karena setiap manusia yang cemburu selalu berdalih bahwa cemburu itu tanda cinta, benarkah ? Apakah bukan rasa iri dan dengki yang mendominasi ? Sekali lagi, tanyalah pada sang hati.

CINTA dan CEMBURU, sama-sama bisa memberikan efek yang baik dan buruk. Dan HATI lah satu-satunya tempat yang bisa menentukan efek dari dua rasa itu. Jika hati bergejolak penuh dengan kemarahan tak terkendali ketika CEMBURU datang, maka akibat yang terjadi pasti akan merugikan sang Pencemburu dan juga yang dicemburui. Demikian juga CINTA. Dari hati yang penuh gejolak nafsu ketika CINTA itu hadir, akan mengakibatkan efek buruk yang tak kalah dahsyatnya dengan CEMBURU yang tak terkendali.

Ketika kita merasakan sebuah rasa, sebagai orang beriman tentunya mengerti bahwa hal itu tidak terlepas dari kekuasaan Allah SWT. Seyogyanya pula, setiap rasa yang muncul disyukuri dengan menempatkan rasa itu sesuai maksud dan tujuan yang memberi rasa yaitu Allah SWT.

Cinta, yang sesungguhnya, membawa setiap manusia yang merasakannya kepada kebaikan. Bukankah orang yang jatuh cinta, siapapun itu, selalu penuh semangat dan optimis, selalu ingin memberikan yang terbaik untuk orang yang dicintainya, selalu ingin tampil dalam wujud yang terbaik seolah-olah dia tidak punya cacat atau kekurangan. Sang Teladan terbaik, Rasulullah SAW, adalah manusia yang sempurna akhlaknya. Dalam setiap aktifitasnya beliau tidak terlepas dari senyum ramah dan tutur kata yang lemah lembut. Bahkan ketika marah pun beliau hanya diam. Sebuah riwayat dituturkan oleh Aisyah r.a bahwa “ akhlak Rasulullah adalah Al Qur’an “. Subhanallah.

Cinta yang sesungguhnya, kepada siapapun, penuh dengan kelembutan dan kasih sayang, bukan egoisme yang memaksa.

Cemburu, kehadirannya juga dari Allah SWT. Hadirnya sering membuat yang merasa cemburu menjadi sedih, lemah, bahkan sampai putus asa. Sebenarnya, yang terjadi pada hati yang sedang cemburu adalah rasa iri dan dengki terhadap pihak lain yang dianggap “lebih” dari dirinya. Padahal apa yang dirasakannya itu belum tentu benar. Rasa seperti itu hanyalah manifestasi dari ketidakmampuannya menumbuhkan rasa percaya diri yang kuat selama hidupnya. Tidak adanya rasa percaya diri membuat sang pencemburu memandang dirinya dengan pandangan yang negatif sekaligus lupa bahwa karunia Allah yang ada padanya sebenarnya sudah lebih dari cukup. Jika hal itu terjadi, maka sangat sulit bagi sang pencemburu untuk dapat mensyukuri nikmat Allah yang telah diterimanya.

Bagaimana seharusnya hati memperlakukan kedua rasa itu? Allah SWT memberikan perasaan kepada manusia tentunya bukan tanpa tujuan. Jika manusia berprinsip bahwa “ hidup adalah pilihan “ tentu hati manusia yang beriman pastilah memilih segala hal yang baik untuk dirinya, karena memang fitrah manusia akan cenderung kepada kebaikan. CINTA atau CEMBURU yang dirasakannya akan membawa dia kepada Tuhannya, Allah SWT.

Jika manusia berprinsip bahwa “ hidup adalah ibadah “, maka hati manusia yang beriman pastilah bisa melihat dan merasakan bahwa segala rasa yang ada di hatinya adalah sarana baginya untuk mendapatkan ridlo Tuhannya, Allah SWT.

Sebuah doa yang bisa dibisikkan,

Ya Allah, penuhilah hati kami dengan cinta-Mu sehingga kami bisa mencintai-Mu dengan cara-Mu, mencintai orang-orang yang mencintai-Mu dan yang Engkau Cintai, serta mencintai segala sesuatu yang bisa mengantarkan kami kepada cinta-Mu.

diambil dari kompasmania.com

Bagikan ke yang lain